Perancangan Platform IPA Berbasis STEM sebagai Sarana Pembelajaran Multisensori untuk Sekolah Dasar Inklusif
Keywords:
pendidikan inklusif, pembelajaran IPA, pembelajaran multisensori, perancangan platform, STEMAbstract
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di sekolah dasar inklusif memerlukan sarana yang mampu mengakomodasi perbedaan kemampuan, karakteristik sensorik, tingkat perhatian, dan kebutuhan dukungan peserta didik. Pembelajaran yang masih didominasi penjelasan verbal dan media visual sederhana berpotensi membatasi keterlibatan peserta didik, khususnya ketika konsep IPA bersifat abstrak dan memerlukan pengalaman langsung. Penelitian ini bertujuan merancang blueprint platform pembelajaran IPA berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) sebagai sarana pembelajaran multisensori untuk sekolah dasar inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan perancangan konseptual dalam kerangka Educational Design Research yang dibatasi pada tahap analisis dan eksplorasi serta desain dan konstruksi. Sumber data diperoleh melalui kajian literatur integratif dan analisis dokumen kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan inklusif, STEM, Universal Design for Learning, pembelajaran multisensori, tangible learning, dan technology-enhanced learning. Data dianalisis secara tematik dan dipetakan menjadi kebutuhan pedagogis, aksesibilitas, fungsional, dan operasional. Hasil penelitian mengidentifikasi enam kebutuhan utama, yaitu penyajian informasi multimodal, interaksi dengan objek konkret, aktivitas STEM terstruktur, bantuan belajar bertahap, kendali guru dan asesmen formatif, serta penggunaan platform secara modular tanpa ketergantungan penuh pada internet. Berdasarkan kebutuhan tersebut, dihasilkan blueprint platform yang terdiri atas lima lapisan, yaitu kebutuhan pengguna, desain pedagogis, konten dan aktivitas STEM, interaksi multisensori, serta layanan platform tertanam. Blueprint mengintegrasikan alat peraga fisik, identifikasi objek, audio interaktif, dukungan visual, serta aktivitas taktil dan kinestetik. Hasil perancangan ini selanjutnya dirumuskan sebagai konsep Smart Science Platform yang menjadi dasar pengembangan prototipe pada penelitian berikutnya
References
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101.
CAST. (2024). CAST Universal Design for Learning guidelines version 3.0. https://udlguidelines.cast.org/
Gallud, J. A., Carreño, M., Tesoriero, R., Sandoval, A., Lozano, M. D., Durán, I., Penichet, V. M. R., & Cosio, R. (2023). Technology-enhanced and game based learning for children with special needs: A systematic mapping study. Universal Access in the Information Society, 22, 227–240.
Hallström, J., & Ankiewicz, P. (2023). Design as the basis for integrated STEM education: A philosophical framework. Frontiers in Education, 8, Article 1078313.
Kelley, T. R., & Knowles, J. G. (2016). A conceptual framework for integrated STEM education. International Journal of STEM Education, 3, Article 11.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Formal, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, dan Pendidikan Tinggi. https://peraturan.bpk.go.id/Details/285711/permendikbudriset-no-48-tahun-2023
McKenney, S., & Reeves, T. C. (2019). Conducting educational design research (2nd ed.). Routledge.
Pemerintah Republik Indonesia. (2020). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2020 tentang Akomodasi yang Layak untuk Peserta Didik Penyandang Disabilitas. https://peraturan.bpk.go.id/Details/132596/pp-no-13-tahun-2020
Price, S., & Rogers, Y. (2004). Let’s get physical: The learning benefits of interacting in digitally augmented physical spaces. Computers & Education, 43(1–2), 137–151.
Rao, K., Ok, M. W., & Bryant, B. R. (2014). A review of research on Universal Design educational models. Remedial and Special Education, 35(3), 153–166.
Roche, L., Sigafoos, J., Lancioni, G. E., O’Reilly, M. F., Green, V. A., Sutherland, D., van der Meer, L., Schlosser, R. W., Marschik, P. B., & Edrisinha, C. D. (2014). Tangible symbols as an AAC option for individuals with developmental disabilities: A systematic review of intervention studies. Augmentative and Alternative Communication, 30(1), 28–39.
Shams, L., & Seitz, A. R. (2008). Benefits of multisensory learning. Trends in Cognitive Sciences, 12(11), 411–417.
Snyder, H. (2019). Literature review as a research methodology: An overview and guidelines. Journal of Business Research, 104, 333–339.
Torres, P. E., Ulrich, P. I. N., Cucuiat, V., Cukurova, M., Fercovic de la Presa, M. C., Luckin, R., Carr, A., Dylan, T., Durrant, A., Vines, J., & Lawson, S. (2021). A systematic review of physical–digital play technology and developmentally relevant child behaviour. International Journal of Child-Computer Interaction, 30, Article 100323.
Whittemore, R., & Knafl, K. (2005). The integrative review: Updated methodology. Journal of Advanced Nursing, 52(5), 546–553.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Didaktik Global : Jurnal Ilmu Kependidikan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







